Dian Swastatika suntik modal Buana Mas Sejahtera

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menambah modal pada anak usaha, PT Buana Mas Sejahtera.

“Pada 16 Oktober 2018 modal ditempatkan dan disetor pada PT Buana Mas Sejahtera sebesar Rp 4,5 miliar. Modal disetor Buana Mas naik dari Rp 21,68 miliar menjadi Rp 26,23 miliar setelah transaksi,” kata Susan Chandra, Sekretaris Perusahaan DSSA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (16/10).

Susan bilang, peningkatan modal di anak perusahaan tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan DSSA. Adapun susunan pemegang saham PT Buana Mas Sejahtera, sebanyak 26.290 saham dimiliki oleh PT DSSA Mas Infrastruktur, dan 10 saham dimiliki oleh DSSA.

Pada penutupan pasar modal, Selasa (16/10) saham DSSA ditutup turun 3,63% atau setara Rp 525 ke level harga Rp 13.950 per saham.

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Wahyu Rahmawati

EMITEN

Market cap sektor bank meningkat, ini saham pilihan Semesta Indovest

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mempengaruhi nilai kapitalisasi pasar emiten. Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, di tahun ini, saham perbankan cenderung lebih banyak naik dibandingkan saham konsumer. 

Hal ini pun membuat kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melambung dan menggeser PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di urutan pertama.

“BBCA sukses menggeser HMSP di posisi puncak karena kinerja BBCA lebih baik dari HMSP dan kapitalisasi pasar ditentukan oleh harga saham. HMSP di tahun ini harganya cenderung turun, sedangkan BBCA naik khususnya sejak Juli hingga September lalu,” jelasnya, Senin (15/10).

Sementara itu, sektor barang konsumsi pada dua kuartal awal tahun ini mencatatkan kinerja laporan keuangan yang cenderung flat dan stagnan. “Namun sektor perbankan masih mencatatkan growth yang positif di dua kuartal awal tahun ini,” paparnya.

Aditya pun menilai, masih ada sejumlah saham big caps yang masih menarik dilirik. Berikut rekomendasinya:

1. Beli saham BBRI dengan target harga jangka pendek di level Rp 3.100 per saham dan target jangka panjang di level Rp 3.500 per saham.

2. Saham TLKM dengan target harga jangka pendek di level Rp 3.800 per saham dan target jangka panjang di level Rp 4.400 per saham.

3. Saham BBNI dengan target harga jangka pendek di level Rp 7.350 per saham dan target jangka panjang di level Rp 8.000 per saham.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Narita

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Narita

REKOMENDASI SAHAM

WIKA menangkan tender pembangunan pabrik Kaltim Amonium Nitrat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Catatan positif berhasil ditorehkan setelah Konsorsium PT Wijaya Karya (WIKA) dan SEDIN Engineering Co Ltd yang ditunjuk sebagai pemenang tender pembangunan pabrik Kaltim Amonium Nitrat (KAN).

“Dengan nilai kontrak sebesar Rp 958 miliar, WIKA akan membangun pabrik tersebut dengan pekerjaan engineering, procurement, construction dan commissioning (EPCC),” kata Puspita Anggraeni, Sekretaris Perusahaan WIKA, Mingu (14/10) dalam keterangan pers.

Puspita bilang, bahwa setelah penunjukan pemenang, konsorsium bersama PT Kaltim Ammonium Nitrat akan melaksanakan serangkaian contract discussion agreement dan penandatanganan kontrak diharapkan secepatnya sebelum 2018 berakhir.

Pembangunan pabrik amonium nitrat berkapasitas 75.000 metrik ton dan nitrit acid 60.000 metrik ton per tahun ini bertujuan memanfaatkan pasokan amoniak dari pupuk Kaltim. “Serta mengurangi ketergantungan impor mengingat masih banyaknya kebutuhan yang datang dari pasar Indonesia,” tutup Puspita

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Sanny Cicilia

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Sanny Cicilia

EMITEN

Simak lima rekomendasi saham pilihan Semesta Indovest untuk trading di awal pekan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 0,94% di level 5.756 pada Jumat, (1210).

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, indeks akan berpeluang untuk kembali menguat di awal perdagangan pekan depan, Senin (15/10).

“Penguatan pasar saham AS dan rilis data ekspor-impor akan diperhatikan oleh investor. Valuasi yang atraktif di pasar saham juga menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG pada Senin nanti,” paparnya, Sabtu (13/10).

Ia melanjutkan, IHSG akan melakukan penguatan dengan rentang support di level 5.710 dan resistance di level 5.800.

Aditya turut menyertakan sejumlah saham yang menarik dicermati investor untuk trading awal pekan depan antara lain sebagai berikut.

1. Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan support di level Rp 1.740 per saham dan resistance di level Rp 1.800 per saham.

2. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan support di level Rp 4.460 per saham dan resistance di level Rp 4.750 per saham.

3. Saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) dengan support di level Rp 1.340 per saham dan resistance di level Rp 1.420 per saham.

4. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan support di level Rp 6.800 per saham dan resistance di level Rp 7.100 per saham.

5. Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan support di level Rp 4.350 per saham dan resistance di level Rp 4.620 per saham.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Narita

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Narita

IHSG

Bursa Wall Street rebound di akhir pekan

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Setelah dua hari berturut jatuh, indeks bursa Wall Street rebound di akhir pekan ini. Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) naik lebih dari 1% pada Jumat (12/10), setelah dua hari penurunan terburuk dalam delapan bulan terakhir.

Saham-saham sektor teknologi memimpin rebound indeks saham. Hingga pukul 10.04 waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average naik 347,71 poin atau 1,39% ke level 25.400,54.

Indeks S&P 500 naik naik 46,39 poin atau 1,70% menjadi 2.774,76 dan indeks Nasdaq Composite menguat 183,33 poin atau 2,50% ke 7.512,39.

Sepuluh dari 11 sektor utama indeks S&P menanjak, dipimpin indeks sektor teknologi yang melejit 3,11%. Paling tinggi harga saham Microsoft dan Apple yang naik 3%.

Investor kini menanti hasil kinerja emiten di kuartal III 2018. Mengutip Reuters, pendapatan emiten S&P 500 diperkirakan meningkat 21,3% pada kuartal III 2018, melambat dari dua kuartal sebelumnya.

Kinerja emiten perbankan juga akan dicermati pelaku pasar. Hasil kinerja bank akan memberikan gambaran paling jelas tentang dampak perang dagang AS-China.

“Kinerja yang buruk dari bank dan sektor keuangan bahkan ketika tingkat telah bergerak lebih tinggi telah menjadi sedikit tanda peringatan untuk pasar secara keseluruhan,” kata Willie Delwiche, ahli strategi investasi Robert W. Baird di Milwaukee seperti dikutip Reuters.

Namun, imbuh Delwiche, pasar akan fokus pada bukan hanya pendapatan kuartal saat ini, tetapi panduan ke depan, terutama yang berkaitan dengan margin laba. “Anda mendapat beberapa indikasi meningkatnya tekanan upah dan suku bunga yang lebih tinggi,” ujarnya.

Reporter: Khomarul Hidayat
Editor: Komarul Hidayat

Reporter: Khomarul Hidayat
Editor: Komarul Hidayat

WALL STREET

Beli saham Bukit Asam (PTBA), perhatikan risiko ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham emiten pertambangan rupanya masih layak dibeli di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Salah satunya adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Hanya saja, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai investor jika membeli saham PTBA.

Analis Samuel Sekuritas, Arandi Ariantara merekomendasikan beli saham dengan harga Rp 5.300 per saham. Berdasarkan perhitungan analisa sensitivitas mata uang, setiap pelemahan 1% rupiah, PTBA berpotensi mencatat kenaikan kinerja laba bersih sebesar 1,7%.

“Ditambah potensi meningkatnya volume penjualan di tengah kenaikan harga batubara year to date sebesar 28% dan stabilnya beban produksi, membuat saya rekomendasi beli,” ujar Arandi kepada KONTAN, Kamis (11/10).

Hanya saja ada, Arandi menyarankan untuk investor memperhatikan beberapa risiko investasi seperti tidak tercapainya target produksi dan melemahnya harga batubara melebihi perkiraan.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Andy Wibowo Gunawan juga merekomendasikan beli saham PTBA dengan harga Rp 5.520 per saham. “Sarankan beli saham karena produksi batubara yang akan menembus ekspor di pasar ASEAN,” imbuhnya.

Hingga penutupan perdagangan Kamis (11/10), harga saham PTBA ditutup Rp 4.470, menurun 70 poin atau 1,54%. Namun, Andy yakin, akhir tahun target harga saham akan naik 22,70%. “Tetapi resiko penurunan harga saham ada beberapa hal seperti perubahan regulasi dan harga batu bara global yang lebih rendah,” tutup Andy.

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Narita

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Narita

REKOMENDASI SAHAM